7 Aturan Renovasi Rumah Subsidi

renovasi rumah subsidi yang boleh dilakukan mengikuti ketentuan dan peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.


mari di simak 7 Aturan Renovasi Rumah Subsidi

· Hanya Boleh Melakukan Renovasi Ringan

Tidak boleh melakukan perombakan besar-besaran hingga merubah struktur bangunan

· Tidak Boleh Mengubah Tampilan Fasad

Mengubah fasad rumah tersebut tergolong sebagai pelanggaran. Meski begitu, kamu bisa kok menambahkan pagar, membuat kanopi, hingga mengecat eksterior rumah.


· Kredit Harus Berjalan Lebih dari 5 Tahun

Kendati demikian, kamu tetap tidak boleh melakukan renovasi rumah subsidi secara besar-besaran. Jika sudah masuk tahun ke-5

· Memanfaatkan Sisa Lahan yang Ada

Jika tanah yang tersedia di rumahmu masih cukup luas, kamu boleh memanfaatkan lahan tersebut untuk menambah beberapa ruangan, misalnya kamar, dapur, halaman belakang, serta ruang jemuran.


· Menambah Lantai Bangunan

Selain itu, menambah lantai juga diizinkan dalam peraturan renovasi rumah subsidi. Lazimnya, perizinan ini memiliki alasan bentuk rumah yang terlalu kecil akan terasa pengap jika digunakan untuk keluarga dengan jumlah anggota yang banyak.

· Dilarang Merubah Rumah jadi Properti Komersial

Menurut peraturan, rumah subsidi hanya boleh difungsikan sebagai tempat tinggal saja. Rumah tersebut tidak boleh dialihfungsikan menjadi properti komersial dan kebutuhan usaha lainnya.

· Cicilan Rumah Harus Berjalan Lancar

Kamu enggak boleh merenovasi rumah jika cicilan kreditmu saja tersendat.

Jika melanggar aturan tersebut, maka konsekuensi yang akan kamu terima adalah pengembalian dana subsidi dan bank akan mengenakan tingkat bunga komersial untuk angsuran selanjutnya.


Peraturan renovasi rumah subsidi memang dibuat cukup ketat. Hal ini dimaksudkan, agar program tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


3 views0 comments

Recent Posts

See All